5 Tips untuk Orangtua Baru, Mengetahui Tanda-tanda Bayi Lapar hingga Soal Gumoh

Pasangan orangtua baru seringkali mengalami kekhawatiran dalam pengasuhan bayi baru lahir, tetapi tidak perlu khawatir, karena hal ini dapat direncanakan dan dipersiapkan dengan baik. Dokter spesialis anak, dr. Agustina, Sp.A, CIMI membeberkan berbagai berbagai hal menyangkut pengasuhan bayi dalam paparan berjudul Dos and Don’ts of Newborn Baby Care yang diadakan di sela sela hari Ulangtahun ke 5 Siloam Hospitals Kelapa Dua Tangerang Banten belum lama ini. Dokter yang praktik di Siloam Hospitals Kelapa Dua ini mengatakan, dalam sehari bayi dapat tidur sampai total 20 jam, yang terpecah dalam periode periode tidur 20 menit hingga 4 jam.

Mengingat lamanya tidur, maka usahakan kamar bersuhu sejuk, tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas, mendapat cahaya serta ventilasi cukup. "Tempat tidur bayi sebaiknya menggunakan alas yang rata dan tidak terlalu lembut dan hindari menggunakan benda benda yang dapat menutupi kepala bayi, seperti bantal, boneka yang ada di tempat tidur," kata Agustina. Tips untuk Orangtua Baru, Mengetahui Tanda tanda Bayi Lapar hingga Soal Gumoh

10 Cara Mudah untuk Mengetahui Tanda tanda Seorang Wanita Sedang Hamil Penting Bagi Orang Tua Ketahui Tanda Bayi Lapar atau Sudah Kenyang Ini Tanda tanda Remaja Mengalami Stres, Orangtua Wajib Tau

Catat! Orangtua Wajib Tau, Ini Tanda tanda Remaja Mengalami Stres Orangtua Perlu Lakukan Ini saat Anak Mengalami Tanda tanda Stres Tanda tanda Kecanduan Judi Online, Simak Tips Cara Mengatasinya

Ini yang Harus Dilakukan Orangtua saat Anak Mengalami Tanda tanda Stres Orangtua perlu mengenali tanda tanda bayi lapar. Beberapa cirinya adalah memasukan tangan ke dalam mulut, menggengam tangan, mengeluarkan suara mengecap.

"Jangan tunggu bayi menangis. Berikan ASI sesuai kemauan bayi," katanya. Normalnya bayi menyusu 5 30 menit, jika diluar jika waktunya kurang atau lebih perlu dilakukan evaluasi proses menyusui. "Jika ibu terpisah dengan bayi, lakukan pemerahan ASI," katanya.

Kepanikan orangtua sering terjadi saat anak gumoh. Namun orangtua perlu memahami perbedaan gumoh dengan muntah. "Gumoh biasanya terjadi secara pasif, dan keluar dengan sendirinya," kata dr Agustina.

Saat terjadi gumoh jangan langsung menidurkan bayi tapi sendawakan bayi dengan meletakkan dalam posisi tegak pada bahu atau pangkuan. "Segera setelah menyusui tepuk tepuk ringan punggung bayi," katanya. Namun orangtua perlu waspada, bila gumoh berwarna hijau atau coklat, bayi tampak lemas, terjadi lebih dari 4 kali dalam sehari.

Sampai saat ini pembedongan memiliki pro dan kontra dikarenakan risiko insiden kematian bayi mendadak. Pada dasarnya praktik memakai bedong pada bayi baru lahir memiliki tujuan agar bayi tidur nyenyak, mengurangi tangisan, memudahkan memposisikan bayi tidur terlentang. Pada saat dibedong membuat bayi menjadi hangat dan merasa dipeluk.

"Hindari pembedongan tradisional yang ketat yang biasanya dilakukan dukun bayi/ paraji untuk menghindari kaki dengan letter “X” dan “O," katanya. Dikatakan Agustina, bayi baru lahir memiliki posture kaki katak, yakni bagian lutut menekuk ke atas dan posisi siku tangan menekuk ke atas juga (New ballard score). Pembedongan pada bayi berisiko meningkatkan Sudden Death Infant Syndrome (SIDS) jika dilakukan secara ketat.

Beberapa posisi yang tidak dianjurkan adalah bayi dibedong dengan posisi miring karena membuat bayi cenderung tengkurap sehingga menghalangi jalan nafas bayi. Pembedongan bisa dilakukan pada bayi baru lahir hingga usia 4 bulan atau lebih awal 3 4 bulan. Rekomendasi American Asociation Pediatrics pada usia 3 4 bulan atau lebih awal 4.

Penelitian oleh Alusia Sofia yaitu Pengaruh Tummy Time Exercise terhadap Kemampuan Lama Mengangkat Kepala pada posisi tengkurap bayi usia 3 4 Bulan” stimulasi pada bayi salah satunya tummy time mempunyai banyak manfaat untuk perkembangan motorik bayi. Tummy time sendiri adalah suatu latihan untuk bayi dengan memposisikan bayi bertumpu pada perutnya atau tengkurap. Dengan Tummi Time, bayi dilatih mengontrol gerakan kepala tangannya untuk meraih sesuatu.

Hasil penelitian juga menyimpulkan bayi yang rutin diberikan tummy time, memiliki kemampuan motorik yang lebih baik, lebih cepat bisa mengangkat kepala dengan durasi yang lebih lama jika dibandingkan dengan bayi yang tidakrutin diberikan tummy time exercise. Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *