Pemerintah Diminta Pikirkan Nasib Karyawan hingga Pemegang Saham Garuda

Presiden Direktur Aviatory Indonesia Ziva Narendra Arifin meminta pemerintah sebagai pemegang saham terbesar PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memikirkan nasib karyawan, pemegang saham lain, hingga penumpang maskapai tersebut. Emiten berkode saham GIAA itu sedang melakukan restrukturisasi untuk mengurangi utangnya yang menembus Rp 140 triliun.

“Mereka sangat mengharapkan akan adanya kejelasan terhadap nasib Garuda ke depannya,” ujar Ziva saat dihubungi pada Sabtu, 13 November 2021.

Ziva berujar penyelesaian masalah keuangan Garuda harus ditempuh dengan sinergi antara pihak manajemen dan pemerintah. Pemerintah, kata dia, bisa memutuskan nasib Garuda, seperti menawarkan saham kepada perusahaan swasta, jika sudah terjadi kesepakatan final mengenai finansial perusahaan.

Wacana untuk menawarkan saham kepada perusahaan swasta sebelumnya dicetuskan oleh Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo. Kartika alias Tiko membuka opsi dilusi atau pengurangan porsi saham pemerintah di Garuda seumpama proses restrukturisasi berhasil.

Ziva berujar, beban utang perusahaan yang sudah terlalu menggunung mendorong satu-satunya cara pemerintah untuk membantu Garuda ialah memastikan langkah perusahaan ke depan selama masa krisis. Menurut dia, harus ada optimalisasi rencana bisnis agar Garuda bisa tetap mengudara.

“Saya nilai ini berdasarkan analisis ICAO dan IATA pada pertengahan 2020 yang menyatakan bahwa penerbangan global akan terus defisit sebanyak 81 persen hingga 2024,” ujar Ziva.

Ziva melanjutkan, saat ini pemerintah sudah memiliki berbagai rencana untuk menyelamatkan Garuda. Selain restrukturisasi utang, maskapai akan meringankan beban operasional dengan mengurangi 97 rute yang dianggap tidak menguntungkan.

Garuda juga telah bekerja sama dengan Emirat Airlines berupa perjanjian code sharing. Perjanjian ini memungkinkan Garuda mengurangi operasional maskapai untuk penerbangan internasionalnya tanpa kehilangan pangsa pasar.

Ziva berujar, semua wacana untuk menyelamatkan Garuda harus terus dipantau. “Karena (opsi-opsi) saat ini masih bisa berubah dari waktu ke waktu,” ujar Ziva.

FRANCISCA CHRISTY ROSANA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.