Waspada! Perceraian Bisa Sebabkan Anak Stunting

Anak dengan orang tua yang bercerai rentan mengalami kurang kasih sayang. Kasih sayang yang seharusnya bisa lengkap didapatkan dari sosok ibu dan ayah, menjadi berkurang atau mungkin diganti oleh kasih sayang nenek ataupun paman dan bibi dari anak tersebut. Karenanya, perceraian berpotensi menjadi salah satu penyebab terjadinya stunting pada anak.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Tim Kerja Data dan Informasi mewakili Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Tengah Iwan Dwi Antoro, S.Pd, M.Sc, Menurut Iwan, kasih sayang yang tidak lengkap bisa berdampak pada pola asuh yang kurang baik. Termasuk dalam hal pola asuh pemberian makan anak.

“Bisa juga akibat perceraian kemudian berdampak pada sisi ekonomi. Sehingga sosok ‘single parent’ harus mencari pemasukan atau bahkan pergi ke luar negeri. Alhasil, anak menjadi korban dari keadaan tersebut,” katanya dalam keterangan resmi, Selasa (2/2/2024). Waspada! Perceraian Bisa Sebabkan Anak Stunting Ibu Hamil Harus Waspada, Masalah Gizi Bisa Membuat Anak yang Dilahirkan Mengalami Stunting

Botol Tidak Steril Bisa Sebabkan Anak Diare Terkait Hak Angket Kecurangan Pemilu, Surya Paloh Dianggap Bisa Ambil Peran Penting Wartakotalive.com Orang Tua Bercerai Bisa Tingkatkan Potensi Stunting pada Anak

Waspada, Kenali Ciri Lontong dan Ketupat yang Mengandung Boraks: Bisa Sebabkan Kanker Hati Trauma Bisa Sebabkan Tantrum yang Berlebihan pada Anak, Ketahui Tandanya Kurangi Stunting dan Perceraian, KUA Palangkaraya Wajibkan Bimbingan Perkawinan Jadi Syarat Nikah

Iwan mengatakan, dampak perceraian banyak yang tak terlihat. “Tentu ini bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya faktor risiko (stunting),” kata Iwan lagi. Iwan lebih menegaskan bahwa bukan kurang kasih sayang yang menjadikan anak stunting.

Namun kurang kasih sayang memberikan stimulan lebih untuk terjadinya risiko stunting. “Jadi, kalau mau nikah ya tolong dipersiapkan konsepsi nikahnya, jangan mau bikinnya aja,” jelas Iwan. Iwan memandang edukasi percepatan penurunan stunting harus terus dilakukan, karena stunting bisa mengancam keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara ke depan.

Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting. Bukan hanya dari faktor gizi saja, namun juga faktor penyebab lainnya seperti keadaan psikologis di mana anak dan ibu hamil tertekan hingga kurangnya kasih sayang terhadap mereka. Sebagai informasi, stunting adalah kondisi gagal tumbuh dan kembang dikarenakan kekurangan gizi kronis di 1000 hari pertama kehidupan.

Stunting bukan penyakit, namun sebuah kondisi yang bisa dicegah jauh sebelum masa kehamilan. Minimal dengan melakukan cek kesehatan tiga bulan sebelum menikah. “Minum tablet tambah darah. Memberikan asupan gizi dan nutrisi yang baik semasa kehamilan dengan memperbanyak protein hewani," tegasnya.

Lalu pastikan memeriksakan kehamilan minimal enam kali selama masa kehamilan, merupakan langkah mengantisipasi munculnya stunting pada anak,” tutupnya. Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *